balada buah simalakama


Buah adalah makanan yang menyehatkan bagi tubuh kita. Tapi ada beberapa buah yang bila kita membelinya, maka kita harus mengorbankan uang yang jumlahnya jauh dari kata ‘sedikit’ (definisi sedikit menurut saya adalah ketika saya memberikan pangeran diponegoro dan kembali dengan i gusti ngurah rai) Dan bila anda memakannya, maka saya yakin anda gak bakal bisa boker seminggu. Buah apakah itu? Bukan, bukan buah yang dipanen sama paris hilton, Tapi apel. Kenapa apel? Jawabannya bisa kita lihat di gambar berikut ini:


apple iPod nano touch



Bayangkan bila anda memakan buah ini, gimana bentuknya kalo nanti boker.. #ngebayangin #masihberusahangebayangin #cobaterus #tetepgakebayang


Suatu hari saya dihadapkan dengan sebuah dilema yang amat sangat pelik dan sangat susah kuambil jalan keluarnya. Bulan januari adalah saatnya untuk saya membayar SPP. Orang tua saya memberikan sejumlah uang yang jumlahnya sangat pas bila digunakan untuk membayar sekolah. Paaas sekali, seperti model jeans skinny yang sering dipakai para anak gaul jaman sekarang. Sementara itu di sisi lain saya sangat menginginkan iPod. Uang itu sangat menggiurkan bagi saya. Beberapa hari saya memikirkan apa yang harus saya lakukan? Membayar uang sekolah yang menentukan masa depan saya sebagai pelajar dan penerus bangsa, ataukah membeli sebuah iPod yang dapat memperbaiki gaya saya yang cupu ini agar lebih eksklusif dan mentereng di depan orang lain? Pilihan yang sulit. Berhari hari saya memikirkan hal itu #berlebihan

Tetapi saya tetap harus menentukan pilihan. Bagaikan memakan buah simalakama, Jika saya memilih untuk membayar sekolah, maka saya tidak dapat kesempatan lain lagi untuk membeli iPod, sementara jika saya membeli iPod, saya hilang kesempatan untuk mengecap pendidikan lagi. OKE. Dengan pikiran bersih dan hati yang mantap semantap bibir angelina jolie, aku pun memilih untuk... membeli iPod! Yeah sampai jumpa pendidikan formal, sampai jumpa teman teman. Saya akan meneruskan sekolah lagi tahun depan. Yang penting saya dapet iPod sekarang!!!!!!


NB: cerita ini hanya fiktif belaka,
bila terdapat kesamaan cerita
maka itu memang anda

0 comment: